Tragis! Ungkapan Korban Skandal Foto Marinir AS, Berhenti Betugas hingga Alami Pelecehan Seksual

Korps Marinir Amerika Serikat sedang diguncang skandal foto tanpa busana dari para anggotanya yang dibagikan di media sosial Facebook.


Dilansir dari Washington Post, satu korban, yaitu seorang Kopral Angkatan Laut, Marisa Woytek, beberapa kali fotonya tersebar.

Foto-fotonya diambil dari akun Instagramnya dan diposting ke Marine United beberapa kali dalam enam bulan terakhir tanpa persetujuannya.

"Saya tak akan pernah bertugas lagi bahkan jika saya bisa," kata Woytek.

"Bagiku, dilecehkan secara seksual via online menghancurkan nama Korps Marinir dan pengalaman yang kudapat di sana."

Woytek mengatakan fotonya kemungkinan dibajak oleh orang lain di media sosial dan ditunjukkan pula komentar pada foto-foto itu.

Dia mengatakan bahwa banyak komentar merupakan sindiran yang mengarah pada kekerasan seksual dan pemerkosaan.

Banyak teman wanitanya juga yang menjadi korban seperti dirinya namun mereka tak berani berkomentar karena malu mengingat banyaknya anggota di dalam grup itu.

Dengan adanya laporan investigasi dari The War Horse, korban-korbannya sekarang berani angkat bicara.

Sebelumnya, dilansir dari presstv.ir, Departemen Pertahanan AS mengadakan sebuah investigasi adanya unggahan ratusan bahkan mungkin ribuan foto-foto telanjang anggota marinir perempuan dan veteran.

Investigasi itu dilakukan setelah beberapa anggota Korps Marinir baru- baru ini mengunggah foto-foto tanpa busana ke sebuah grup Facebook "Marines United".

Grup ini mempunyai sekitar 30.000 pengikut.

Puluhan wanita telah diidentifikasi sebagai anggota Angkatan Laut yang masih bertugas maupun anggota yang terdaftar dalam wajib militer.

Foto-foto ini beredar sejak 30 Januari melalui akun Google Drive.

Hal itu menyebabkan munculnya skandal lain dalam militer AS yaitu pelecehan seksual.

"Keberhasilan setiap anggota marinir, setiap tim, setiap unit dan perintah seluruh atasan korps kami didasarkan pada sikap saling percaya dan menghormati," kata Komandan Robert Neller.

"Saya berharap setiap anggota Angkatan Laut menunjukkan integritas tertinggi dan loyalitas kepada sesama marinir setiap waktu, saat bertugas, purna tugas dan maupun di dunia maya," tegasnya dikutip dari Marine Corps Times.

Naval Criminal Investigative Service menjalankan penyelidikan terhadap foto-foto yang diunggah itu.

Sedangkan Google dan Facebook telah memblokir akun yang memposting gambar-gambar itu ke grup "Marines United."

Skandal ini terungkap berdasarkan laporan the Center for Investigative Reporting, sebuah organisasi berita nonprofit, The War Horse.

"Kita harus jujur pada diri sendiri dan orang lain, perilaku ini menyakiti banyak pihak, sesama marinir, anggota keluarganya, dan warga sipil. Ini adalah serangan langsung pada etos dan warisan kita (Korps Marinir)," ungkap Sersan Mayor Ronald L Green, anggota marinir paling senior yang masih aktif bertugas.

"Hal Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai inti kami, dan itu menghambat kemampuan untuk melakukan misi kami," tambah Ronald.

Hal ini menyebabkan kemungkinan salah paham dan perdebatan di media sosial, yang cenderung menyalahkan para korbannya, para marinir dan mantan marinir yang fotonya tersebar.

"Perilaku yang dilakukan oleh marinir dan mantan marinir ini rendah, berbahaya, dan benar-benar tidak dapat diterima," kata Adam Smith, seorang anggota kongres dari Democratic Washington Representative.

Post a Comment

0 Comments